BERITA

Distanbun Aceh Canangkan Program Tanam Padi Tiga Kali Setahun

person access_time7 hours ago chat_bubble_outlineKABUPATEN ACEH BESAR


Banda Aceh |   Distanbun Aceh  Canangkan Program Tanam Padi Tiga Kali Setahun

        Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh (Distanbun) Aceh mencanangkan Program Peningkatan Indeks pertanaman (IP) padi sawah dari rata-rata 1,6 kali menjadi tiga kali dalam setahun atau yang lebih dikenal dengan IP-300. Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka, Aceh Besar, akan menjadi daerah percontohan (pilot project) untuk aceh. sebelumnya, Distanbun Aceh juga gencar melakukan  penanaman secara intensif dan memanfaatkan lahan-lahan terlantar menjadi lahan produktif.

        Pencanangan kegiatan yang merupakan terobosan baru Distanbun Aceh itu ditandai dengan penanaman perdana Cluster padi IP-300 di Desa Lam Ilie Mesjid, Kecamatan Indrapuri, Selasa (23/4) besok. Adapun luar areal percontohan mencapai 500 Hektare dengan melibatkan 1.876 Kepala Keluarga (KK) petani yang berdomisili di daerah tersebut.

        Turut diundang dalam acara itu Menteri Perta nian RI. Ir. Andi Amran Sulaiman, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Acehberdsama unsur Forkapinda Aceh, Pangdam Iskandar Muda (IM), Bupati Aceh Besar dan Jajarannya, 273 kepala/koordinator balai penyuluh pertanioan (BPP) se Aceh, seluruhnya penyuluh di Aceh Besar, serta tamu undangan lainnya termasuk petani yang terlibat.

        Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh (Kadistanbun) Aceh A, Hanan, SP,MM, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, dipilihnya kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka sebagai lokasi percontohan pada IP-300 karena kawasan itu merupakan daerah irigasi dengan sumber air yang selalu tersedia, sudah mencapai IP-200 dan sudah menerapkan mekanisasi mulai dari pengolahan tanah sampai panen.

        Menurutnya penanaman dilokasi percontohan cluster IP-300 dilaksakan pada tiga musim tanam (MT) yaitu IP-100 (MT 1) yang sudah berlangsung pada 15 Desember 2018-10 April 2019, IP 200 (MT 2) pada 15 April-10 Agustus 2019, dan IP 300 (MT 3) yang akan dilaksanakan pada 15 Agustus- 10 Desember mendatang.

        Agar program itu terlaksana dengan sukses, A. Hanan juga membuat komitmen dengan warga setempat untuk tidak melepaskan ternak ke sawah atau dikenal dengan istilah luah blang. Komitmen tersebut dimaksudkan untuk mengurangi resiko kerusakan tanaman dan mengurangi resiko kerusakan tanaman dan  untuk menimalisir resiko petani mengikuti Program Asuransi Usaha Tani (AUTP). Dalam program ini, petani membayar premi Rp.36.000 per hektare dan jika terjadi kegagalan akan mendapat ganti rugi Rp 6 juta per hektare.

        Kadistanbun Aceh juga mengatakan, petani di wilayah ini akan dapat meningkatkan produksi padi, mengelola sawah secara berkelanjutan, serta menerapkan teknologi dan mekanisasi yang sinergis mulai dari hulu sampai hilir. Sehingga bisa menghasilkan beras premium yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka.

        Dalam program itu, tambah A. Hanan, Distanbun akan memberi dukungan berupa sarana produksi (benih, pupuk urea, NPK, pestisida), pengolohan tanah secara gratis untuk 500 hektare, penggunaan mekanisasi mulai dari penanaman sampai dengan penggilingan padi, pengendalian OPT dan bantuan alat pengolahan pupuk organik dua unit kandang, dan kendaraan roda tiga sebanyak dua unit.

        "Kami berharap dukungan penuh dari Dinas Sumber Daya Air, Balai Pengairan, dan Pemkab Aceh Besar untuk merealisasikan program ini. Sehingga kedepan dapat ditularkan kepada Kabupaten/kota lain yang juga daerah potensi padi di Aceh. Program ini juga didukung Pangdam Iskandar Muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi padi jagung dan kedelai (pajale)" demikian Kadistanbun Aceh, A. Hanan, SP,MM

Sumber (Serambi Indonesia 22/04/2019)

Admin roy_dwj