BERITA

GERAK CEPAT REPLANTING SAWIT ACEH

person access_time7 hours ago chat_bubble_outlineKOTA BANDA ACEH

GERAK CEPAT REPLANTING SAWIT ACEH

Distanbun Aceh melakukan gerak cepat dan pengawalan dalam kegiatan replanting sawit sesuai dengan arahan Bapak Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah. Untuk tahun 2019 ini, pada tanggal 15 Pebruari 2019 kemarin telah ditandatanagani 3 pihak antara Koperasi Krueng Tadu Nagan Raya, KSU Wangi Sari Selamat Jaya (Wassalam) Aceh Tamiang, KSU Wassalam II Aceh Tamiang, KSU Usaha Bersama Aceh Tamiang, dan KP Mitra Aceh Jaya telah tanda tangan dengan Bank Aceh Cabang Aceh Tamiang, Bank Aceh Cabang Nagan Raya, dan Bank Syariah Mandiri Aceh Jaya dan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) di Aula Distanbun Aceh Unit II.


Hosea Reno dari BPDPKS mengatakan bahwa hari ini ada 5 Koperasi yang sudah layak untuk tandatangan kontrak yang selanjutnya akan bisa mendapatkan dana untuk pelaksanaan kegiatan replanting di tiga Kabupaten tersebut. Semoga tidak lama lagi akan ada 6 koperasi yang akan menyusul. Kita berusaha Maret ini bisa kita lanjutkan apabila sudah sesuai seluruh persyaratannya. BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) suatu Badan dibawah Kementrian Keuangan mengundang para pihak untuk ikut menyaksikan penadatangan tiga pihak antara Aceh Unit II tanggal 15 Pebruari 2019 kemarin.
Dalam arahannya  Bambang Sat Aja sebagai Ketua Tim Sekretariat PSR Pusat Ditjenbun meminta kepada semua pihak untuk tidak main- main dengan bantuan ini. Ini adalah Rahmat Allah SWT yang harus kita syukuri karena bisa bermanfaat untuk petani sawit, tidak hanya di Aceh tetapi juga di provinsi lain bagi mereka yang ikut program ini.


Kami mengucapkan selamat kepada semua koperasi dan khususnya Tim PSR Aceh yang begitu gigih dalam memperjuangkan berbagai usulan masyarakat yang sudah dimulai dari tahun 2017 yang lalu. Kemajuan Aceh sangat pesat bahkan melebihi rata – rata nasional dan provinsi lain. Saat ini Aceh menjadi salah satu kandidat yang akan dikunjungi oleh Presiden Jokowi untuk Lounching Peremajaan Sawit tahap 3 setelah Sumsel dan Sumut, selamat buat Aceh, kata Bambang.
Bambang juga mengatakan bahwa, kedepan kegiatan replanting akan diperluas termasuk untuk bantuan sarana prasarana seperti bantuan bibit, pupuk, obat-obatan, peningkatan jalan Produksi, penguatan kelompok dan berbagai pelatihan yang bisa mendukung kegiatan inti replanting sawit.


Sementara itu Kadistanbun Aceh A. Hanan, SP, MM selakuk Ketua Tim PSR Aceh dalam arahannya mengatakan bahwa hari ini kita kembali mencatat sejarah baru karena sekitar 2.362, 0769 ha dari lima koperasi tersebut akan mendapatkan hibah sebesar 59, 05 Milyar atau sekitar Rp. 25 juta /ha. Suatu angka yang angat besar dan bisa membantu petani dalam melakukan peremajaan sawit yang pada akhirnya bisa meningkatkan Produksi dan produktivitas serta tentunya meningkatkan pendapatan petani sawit. 
Dana tersebut langsung di transfer ke rekening petani yang bernaung di bawah koperasi dan tidak melalui dinas yang membidangi perkebunan. Pada Desember 2018 yang lalu, 2 koperasi dengan total 642 ha (sekitar 16 Milyar) juga sudah ditransfer dananya dan saat ini kedua koperasi tersebut sedang melakukan kegiatan di lapangan.
A Hanan meminta kepada petani dan koperasi yang mendapatkan bantuan ini agar benar – benar memanfaatakan bantuan ini dengan sebaik – baiknya sehingga bisa benar – benar bermanfaat. Kepada pihak bank kami minta untuk dapat menyalurkan dana sesuai kemajuan pekerjaan dan kepada dinas Kabupaten agar melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatn sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hanan melanjutkan bahwa tahun ini kita mendapatkan quota sekitar 14.259,2789 ha atau 356, 48 Milyar lebih. Terjadi peningkatan sekitar 2001, 2789 ha dari quota tahun 2018 sebesar 12.258 ha atau naik 16,33 %. Kabupaten yang akan mendapatkan bantuan ini adalah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Singkil, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan yang baru Kota Subulussalam. Ini berkat kerjasama kita yang baik Kabupaten/kota, Provinsi, Tim PSR Pusat di bawah Dirjenbun dan tentunya BPDPKS.
Sesuai arahan bapak Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, Kami berharap para Bupati/Walikota dapat mendukung kegiatan ini dengan mensupport Dinas yang menangani perkebunan di Kabupaten/Kota agar secepatnya mengusulkan proposal sesuai dengan aturan yang ada. Bila target tidak tercapai, maka quota kita bisa saja lari kepada provinsi lain.
Sebelumnya Azanuddin Kurnia, SP, MP Kabid Pengolahan dan Perkebunan Aceh selaku Koordinator Bidang Peremajaan sebelumnya melaporkan bahwa kegiatan peremajaan di Aceh akan dikombinasikan dengan berbagai kegiatan lain. Kita melakukan berbagai inovasi kegiatan untuk bisa menambahkan income bagi petani sawit.
Inovasi tersebut diantaranya adalah, batang sawit yang sudah ditumbang, diambil niranya untuk pembuatan gula merah sawit (gula sawit). Pendapatan dari gula sawit ini per hektar bisa mencapai 60 juta – 200 juta selama 1 – 3 bulan tergantung jumlah nira yang didapat dan harga jual. Azan menambahkan bahwa rata – rata bisa menghasilkan nira sebanyak 3 – 20 liter per hari dan harga jual dipasaran berkisar Rp. 17.000 – Rp. 20.000,-/kg. Tentu ini bisa meringankan beban petani bahkan bisa meningkatkan pendapatan mereka.
Selain itu lokasi yang sudah bersih, kita integrasikan dengan program Pajale (Padi – Jagung – Kedelai) selama tanaman sawit masih TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), serta petani atau koperasi yang ikut program ini kita ikutsertakan dalam program ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) atau Pembangunan sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan, dan masih banyak lainnya kata Azan yang juga sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Sosial Ekonomi Pertanian FP Unsyiah (IKA SEP) seperti akan mengusahakan para petani program PSR ini yang belum memiliki sertifikat akan disertifikatkan oleh BPN Aceh. Saat ini kita sedang melakukan koordinasi dengan BPN Aceh terhadap program reforma agrarian di sektor peremajaan sawit.

Admin Roy_Dwj