BERITA

BPP KUTA BARO TERBAIK SE-ACEH

person access_time7 hours ago chat_bubble_outlineKABUPATEN ACEH BESAR

BALAI Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar terpilih sebagai BPP Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2017. Prestasi itu diraih setelah lembaga tersebut meraih nilai tertinggi dalam penilaian yang dilakukan tim bentukan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh beberapa waktu lalu.

Dengan hasil itu, BPP Kutabaro dengan Koordinator Farizal SP menerima penghargaan dari Pemerintah Aceh pada peringatan Hari Krida Pertanian Tingkat Provinsi Aceh tahun ini, 26 Juli 2018. Selain itu, BPP Kutabaro juga berhak mewakili Aceh ke even yang sama tingkat nasional. Juara tingkat nasional nanti akan diundang untuk menerima penghargaan dan mengikuti peringatan HUT Ke-73 Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta.

“Prestasi ini merupakan penghargaan yang diberikan terhadap penyuluhan dan pembinaan yang kami berikan kepada petani selama ini. Kami bersyukur dengan capaian ini dan hendaknya menjadi motivasi bagi keluarga besar BPP Kutabaro untuk meningkatkan kebersamaan dengan petani yang masuk dalam wilayah kerja kami yaitu Kecamatan Kutabaro dan Darussalam,” ungkap Koordinator BPP Kutabaro, Fahrizal SP, kepada Haba Tani, pekan lalu. Dikatakan,disiplin dan bekerja sesuai tupoksi merupakan salah satu kunci keberhasilan pihaknya mendapatkan penghargaan tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh PNS, penyuluh, tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP), mantri tani,kelompok tani (poktan), dan pihak terkait lainnya yang sudah bekerjasama dengan baik hingga mendapat penghargaan BPP berprestasi tingkat provinsi. “Ada tidaknya lomba ini, kerja kami tetap sama. Kami terus melakukan pembinaan dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi petani,” ujarnya. Saat ini, BPP Kutabaro memiliki 26 personel yang terdiri atas 22 PNS dan empat THL-TBPP. Dengan staf yang ada serta dibantu mantri tani dan PHP, lanjut Fahrizal, pihaknya terus berusaha membantu petani di wilayah kerja secara maksimal. Dengan cakupan wilayah kerja yang luas, katanya, penyuluh terkadang kewalahan dalam menampung dan mencari solusi yang disampaikan oleh petani. “Bahkan, dalam bertugas kami tidak jarang menggunakan anggaran swadaya penyuluh,” tandas Fahrizal.

Ditanya kendala yang dihadapi dalam bertugas, Fahrizal mengatakan, selama ini masalah ketersediaan air secara merata disemua areal persawahan masih menjadi keluhan petani di wilayah kerjanya. “Menurut petani diwilayah kerja kami, jika benih atau pupuk bantuan tidak bisa disediakan oleh pemerintah, itu tak masalah karena bisa dibeli secara swadaya. Tapi, hanya satu harapan mereka yaitu air harus betul-betul ada agar aktivitas pertanian bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Karena itu, Fahrizal berharap dukungan dari dinas teknis terkait ditingkat kabupaten maupun provinsi agar dapat mencari solusi terhadap masalah tersebut. Sebab, masyarakat di dua kecamatan sebagian besar sektor pertanian. Selain itu, dengan lahan 3.274 hektare, Kutabaro dan Darussalam menjadi kecamatan yang memiliki areal pertanian terluas kedua di Kabupaten Aceh Besar setelah Indrapuri.

Ditanya koordinasi pihaknya dengan dinas pertanian dan perkebunan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, Fahrizal mengatakan, selama ini hal tersebut sudah berjalan dengan baik. “Kabupaten memberi support yang tinggi kepada kami. Terhadap hal-hal tertentu kami diarahkan untuk berkoordinasi langsung dengan dinas pertanian dan perkebunan provinsi. Alhamdulillah, selama ini berjalan dengan baik. Kami berharap kondisi ini terus berlangsung, sehingga target kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani lambat laun akan tercapai,” demikian Koordinator BPP Kutabaro, Fahrizal SP.

Informasi yang diperoleh Haba Tani, setiap tahun Distanbun Aceh juga memilih penyuluh pertanian PNS terbaik, penyuluh pertanian THL-TBPP berprestasi, petani berprestasi, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelembagaan ekonomi petani (KEP) terbaik, dan BPP berprestasi. Yang terbaik dari semua kategori akan mewakili Aceh ke lomba yang sama tingkat nasional.

Untuk tahun 2017, penghargaan itu masing-masing diterima oleh Yulia Raima SSTdari Bireuen sebagai penyuluh pertanian PNS terbaik, Iwanto dari Aceh Tamiang (penyuluh pertanian THL-TBPP berprestasi), Maimun Ar dari Bireuen (petani berprestasi), Ilham Sabe dari Bireuen (gapoktan), Lembah Krueng Aceh dari Aceh Besar (kelembagaan ekonomi petani), dan BPP Kutabaro.(*) Baca berita Tabloid Haba Tani disini